Kamis, 29 Maret 2012

Contoh Kasus BK ( Bimbingan Konseling )

Ini adalah artikel mengenai contoh kasus Bimbingan Konseling yang di alami oleh salah satu siswa di salah satu sekolah yang berada di kab. kuningan, dimana siswa tersebut mengalami permasalahan dalam pemilihan karirnya untuk itu di sinilah peran guru BK sangat diperlukan di dalam mengatasi permsalahan yang di alamai siswa tersebut. Semoga Bermanfaat!!!!

Pendahuluan

Perkembangan anak tidak selalu mulus dan lancar, adakalnya lambat dan mungkin juga berhenti sama sekali. Dalam situasi seperti itu mereka perlu mendapatkan bantuan atau bimbingan. Dalam upaya membantu anak mengatasi kesulitan atau hambatan yang dihadapi dalam perkembangannya, guru perlu memiliki pemahaman yang seksama tentang para siswanya, memahami segala potensi dan kelemahannya, masalah dan kesulitan-kesulitannya, dengan latar belakangnya. Agar tercapai kondisi seperti itu, guru perlu banyak mendekati para siswa, membina hubungan yang lebih dekat dan lebih akrab, melakukan pengamatan dari dekat serta mengadakan dialog-dialog langsung. Dalam situasim hubungan yang akrab dan bersahabat, para siswa akan lebih terbuka dan berani mengemukakan segala persoalan dan hambatan yang dihadapinya. Melalui situai seperti itu pula, guru dapat membantu para siswa memecahkan persoalanpersoalan yang dihadapinya. Jika masalah tersebut tidak segera ditangani maka akan menjalar lebih luas seperti memusingkan orang tua, masyarakat, mengganggu stabilitas sosial serta menghambat tujuan pendidikan.

Dengan demikian dapat dirasakan perlunya program layanan bimbingan yang disebut Bimbingan dan Konseling, Karena dengan adanya layanan Bimbingan dan Konseling seorang siswa akan merasa mempunyai tempat untuk mengadukan semua permasalahan yang dihadapi, baik diluar kelas maupun di luar kelas. Dalam hal ini semua guru mempunyai tanggung jawab yang sama dengan guru Bimbingan dan Konseling dalam menyelesaikan permasalahan siswa, tapi dalam hal ini yang lebih bisa memahami kondisi psikis seorang anak adalah guru Bimbingan dan Konseling yang memang sudah menjadi bidangnya.

BAB I

Identitas Klien

1. Identitas Klien

Nama : Yayan Cahyana

Alamat : Desa Wanasaraya Kec. Kalimanggis

TTL : Kuningan 27 Oktober 1992

Pekerjaan : Pelajar

2. Identitas Orangtua

Nama Ibu : Nerwi

Alamat : Desa Wanasaraya Kec. Kalimanggis

Pekerjaan : Kompeksi

Nama Ayah : Utar

Pekerjaan : Pedagang Sayur

Alamat : Desa Wanasaraya Kec. Kalimanggis

3. Riwayat Pendidikan

SD : SDN 1 Wanasaraya

SMP : SMPN 1 Kalimanggis

SMA / SMK : SMK Plus Pertiwi Kuningan

4. Riwayat Kesehatan

Belum pernah terkena penyakit yang parah, akan tetapi pernah mengalami penyakit yang ringan saja, seperti : flu, pusing, masuk angin, gatal - gatal dan lain sebagainya

BAB II

Identitas Guru Bk

Identitas Konselor :

Nama : UU Surma, S.Pd.

Alamat : Desa Bandorasa Kec. Cilimus Kuningan

Jabatan : Kepala Sekolah SMK Plus Pertiwi Sukamulya Sekaligus Guru BK


BAB III

Deskripsi Kasus dan Langkah BK

1. Deskripsi Kasus

Yayan merupakan siswa kelas XI SMK Plus Pertiwi Kuningan yang barusan naik kelas XII. Ia berasal dari keluarga yang terbilang cukup secara sosial ekonomi di desa Wanasaraya Kec. Kalimanggis , sebagai anak Kedua semula orang tuanya sangat ingin sekali setamat SLTP anaknya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi; yayan dengan keinginanya sendiri akhirnya melanjutkan di SMK Swasta yang terdapat di kuningan namun dia juga sebenarnya dia merasa menyesal yang di kiranya dia daftar di SMK Pertiwi Malah di SMK Plus Pertiwi yang ada di sukamulya. Akan tetapi lama – kelamaan yayan mulai terbiasa dan akhirnya merasa betah di SMK tersebut. Sejak diterima di SMK Tersebut Yayan bangga bisa melanjutkan ke SMK, setelah yayan mulai naik ke kelas XII dia mulai bingung mengenai karir yang akan ditempuhnya setelah lulus nanti. Di dalam dirinya terjadi dua pilihan karir yaitu bergelut di bidang otomotif atau computer, memang jurusan yang di tempuhnya bergelut di bidang otomotif, namun dia juga tertarik dengan bidang komputer. Makin lama perasaan itu makin sering difikirkan yang akhrinya yayan sering melamun bahkan yang tadinya tipe anak ceria sekarang jadi pendiam.

2. Langkah Bimbingan & Konseling.

A. Bimbingan Karir bagi siswa

Menurut Ruslan Abdul gani bimbingan karir adalah “uatu proses bantuan layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa atau remaja) agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya dan dapat mengenal dunia kerja merencanakan masa depannya, dengan bentuk kehidupan yang diharapkan yang menentukan pilihannya dan mengambil suatu keputusan” Layanan bimbingan karir merupakan layanan yang diberikan pembimbing kepada klien dalam memecahkan masalah karir yang dihadapi klien. Dibawah ini akan diuaraikan beberapa pendapat tentang bimbingan karir yaitu sebagai berikut:

  1. Bimbingan karir merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu individu dalam memecahkan masalah karir ( pekerjaan ) untuk memperoleh penyesuaian sebaik-baiknya dengan masa depannya.
  2. Bimbingan karir merupakan proses membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja diluar, mempertemukan gambaran tentang diri tersebut dengan dunia kerja itu. Dan pada akhirnya dapat :

    1. Memilih bidang pekerjaan
    2. Menyiapkan diri untuk bidang pekerjaan
    3. Membina karir dalam bidang tersebut
    4. Bimbingan karir adalah program pendidikan yang merupakan layanan terhadap siswa agar siswa:

· Mengenal dirinya sendiri

· Mengenal dunia kerja

· Dapat memutuskan apa yang diharapkan dari pekerjaan dan

· Dapat memutuskan bagaimana bentuk kehidupan yang diharapkan disamping pekerjaan untuk mencari nafkah

  1. Bimbingan karir membantu siswa dalam mengambil keputusan mengenai karir atau pekerjaan utama yang mempengaruhi hidupnya dimasa mendatang

Dari keempat pendapat tersebut diatas mengenai bimbingan karir ini terdapat perbedaan perbedaan dalam penyampaiannya, namun terdapat persamaan-persamaan mengenai :

  1. Bantuan, layanan, dan cara pendekatan
  2. Individu, seseorang, siswa dan remaja
  3. Masalah karir, penyesuaian diri, persiapan pemahaman diri, dan pengenalan dunia kerja, perencanaan masa depan, bentuk kehidupan yang diharapkan, serta pemilihan keputusan yang diambil oleh individu yang bersangkutan.

B. Pentingnya Pemilihan Karir bagi siswa

Karir bagi siswa bukan hal yang mudah untuk ditentukan dan menjadi pilihan yang sesuai dengan kemampuan yang miliki namun haruslah ditentukan. Untuk membentukan hal demikian harus didasarkan pada keputusan siswa itu sendiri yang didasarkan pada pemahaman tentang kemampuan dan minat serta pengenalan karir yang ada di masyarakat. Keberhasilan siswa dalam pemilihan karir yang tepat tidaklah semudah seperti apa yang dibayangkan, agar siswa mempunyai pilihan yang tepat terhadap suatu pilihan karir atau pekerjaan, menurut Hoppock yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi mengemukakan pokok-pokok pikirannya yang terdiri dari sepuluh butir yang kemudian dijadikan tulang punggung dari teorinya. 10 butir tersebut antara lain:

  1. Pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi kebutuhan
  2. Pekerjaan, jabatan atau karir yang dipilih adalah jabatan yang diyakini bahwa jabatan atau karir itu paling tidak memenuhi kebutuhannya
  3. Pekerjaan, jabatan atau karir tertentu dipilih seseorang apabila untuk pertama kali dia menyadari bahwa jabatan itu dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhannya
  4. Kebutuhannya yang timbul, mungkin bisa diterima secara intelektual yang diarahkan untuk tujuan tetentu
  5. Pemilihan jabatan/karir akan menjadi lebih baik apabila seseorang mampu memperkirakan bagaimana sebaiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhannya
  6. Informasi mengenai jabatan/karir akan membantu dalam pemilihan jabatan/karir yang diinginkan
  7. Informasi mengenai jabatan/ karir akan membantu dalam memilih jabatan/ karir karena informasi tersebut membantunya dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhannya
  8. Kepuasan dalam pekerjaan tergantung pada tercapai tidaknya pemenuhan kebutuhan seseorang
  9. Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang memenuhi kebutuhan sekarang/ masa yang akan dating
  10. Pemilihan pekerjaan selalu dapat berubah apabila seseorang yakin bahwa perubahan tersebut lebih baik untuk pemenuhan kebutuhannya.

Dari dasar teori tersebut tidaklah mungkin siswa dapat menentukan karir tanpa bantuan dan bimbingan dari konselor, karena disadari atau tidak untuk dapat memahami kemampuan diri siswa tidaklah mungkin muncul dengan sendirinya, akan tetapi diperlukan bimbingan dan arahan dari konselor.

C. Faktor Yang mempengaruhi Pemilihan Karir

Kesulitan yang dialami siswa dalam memilih dan menentukan karir tidaklah dapat dipungkiri, banyak siswa yang kurang memahami bahwa karir merupakan jalan hidup dalam usaha mengapai kehidupan yang baik dimasa mendatang.

Faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam pemilihan karir antara lain:

  1. Faktor yang ada dalam diri siswa

Diantaranya adalah: tingkat intelegensi, sikap mental,Jenis kelamin, agamam dan minat terhadap suatu karir

  1. Faktor di luar siswa

Diantaranya; tingkat ekonomi keluarga, minat orang tua dan kondisi sosial masyarakat

Dari kedua faktor tersebut diatas merupakan faktor yang mendasar, namun masih banyak lagi faktor yang menyertai kesulitan siswa dalam memilih karir, salah satu faktornya adalah faktor kebutuhan, seperti apa yang disampaikan oleh A.H. Maslow yang dikutip oleh Moh. Surya menyatakan bahwa kebutuhan manusia terdapat lima macam yaitu:

  1. Kebutuhan jasmani yaitu kebutuhan yang erat kaitannya dengan kebutuhan jasmani
  2. Kebutuhan rasa aman yaitu memperoleh rasa aman, bebas dari rasa takut, ketegangan, kelaparan dan kehilangan
  3. Kebutuhan sosial yaitu kebutuhan untuk memiliki dan butuh bantuan dari orang lain misalnya, bergaul, berorganisasi, berkelompok dan saling mengenal
  4. Kebutuhan untuk memperoleh penghargaan yaitu untuk mempertahankan harga dirinya dan kebutuhan untuk dihargai, misalnya memperoleh Penghormatan
  5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri yaitu: untuk menampakkan dirinya sebagai seorang pribadi yang khas (berbeda dari orang lain)

D. Upaya Mengatasi Masalah Pemilihan Karir Siswa

Keberhasilan siswa dalam menentukan dan memilih karir amatlah ditentukan dari kemampuan guru pembimbing memberikan gambaran dan memberikan keyakinan kepada siswa tentang kemampuan dan potensi yang dimiliki serta mampu mengarahkan siswa menuju karir yang sesuai dengan kemampuannya tersebut. Dalam memberikan keyakinan dan munculnya kepercayaan siswa terhadap guru pembimbing setidaknya guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Perlakuan terhadap siswa sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri
  2. Sikap positif dan wajar
  3. Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, menyenangkan
  4. Pemahaman siswa secara empatik
  5. Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu
  6. Penampilan diri secara asli dihadapan siswa
  7. Kekongkritan dalam menyatakan diri
  8. Penerimaan siswa secara apa adanya
  9. Perlakuan siswa secara premisive.Kepekaan terhadap parasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa menyadari dari perasaan itu
  10. Penyesuaian diri terhadap keadaan khusus

Kesadaran bahwa tujuan pengajaran bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja, melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa. Jika hal tersebut sudah dilaksanakan oleh guru pembimbing maka tidak akan kesulitan bagi guru pembimbing untuk mengarahkan siswa ketempat yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa tersebut.

BAB IV

Analisis

Menurut pandangan rasional emotif, manusia memiliki kemampuan inheren untuk berbuat rasional ataupun tidak rasional, manusia terlahir dengan kecenderungan yang luar biasa kuatnya berkeinginan dan mendesak agar supaya segala sesuatu terjadi demi yang terbaik bagi kehidupannya dan sama sekali menyalahkan diri sendiri, orang lain, dan dunia apabila tidak segera memperoleh apa yang diinginkannya. Akibatnya berpikir kekanak-kanakan (sebagai hal yang manunusiawi) seluruh kehidupannya, akhirnya hanya kesulitan yang luar biasa besar mampu mencapai dan memelihara tingkah laku yang realistis dan dewasa; selain itu manusia juga mempunyai kecenderungan untuk melebih-lebihkan pentingnya penerimaan orang lain yang justru menyebabkan emosinya tidak sewajarnya seringkali menyalahkan dirinya sendiri dengan cara-cara pembawaannya itu dan cara-cara merusak diri yang diperolehnya. Berpikir dan merasa itu sangat dekat dan dengan satu sama lainnya : pikiran dapat menjadi perasaan dan sebaliknya; Apa yang dipikirkan dan atau apa yang dirasakan atas sesuatu kejadian diwujudkan dalam tindakan/perilaku rasional atau irasional. Bagaimana tindakan/perilaku itu sangat mudah dipengaruhi oleh orang lain dan dorongan-doronan yang kuat untuk mempertahankan diri dan memuaskan diri sekalipun irasional.

Ciri-ciri irasional seseorang tak dapat dibuktikan kebenarannya, memainkan peranan Tuhan apa saja yang dimui harus terjadi, mengontrol dunia, dan jika tidak dapat melakukannya dianggap goblok dan tak berguna; menumbuhkan perasaan tidak nyaman (seperti kecemasan) yang sebenarnya tak perlu, tak terlalu jelek/memalukan namun dibiarkan terus berlangsung, dan menghalangi seseorang kembai ke kejadian awal dan mengubahnya. Bahkan akhirnya menimbulkan perasaan tak berdaya pada diri yang bersangkutan. Bentuk-bentuk pikiran/perasaan irasional tersebut misalnya : semua orang dilingkungan saya harus menyenangi saya, kalau ada yang tidak senang terhadap saya itu berarti malapetaka bagi saya. Itu berarti salah saya, karena saya tak berharga, tak seperti orang/teman-teman lainnya. Saya pantas menderita karena semuanya itu.

Sehubungan dengan kasus, Yayan sebetulnya terlahir dengan potensi unggul, ia menjadi bermasalah karena perilakunya dikendalikan oleh pikiran/perasaan irasional; ia telah menempatkan dirinya pada dua pilihan yang menurut dia sangat membingungkan, , sampai pada akhirnya dia menjadi seorang yang pendiam yang sebetulnya bukanlah watak aslinya dia. Ia telah berhasil membangun konsep dirinya secara tidak realistis berdasarkan anggapan dirinya sendiri mengenai pemilihan karirnya.

BAB V

Penutup / Kesimpulan

1. Layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan pilihannya sendiri dan menanggung segala bentuk resiko yang akan dihadapi kelak.

2. Guru bimbingan dan konseling diharapkan memberikan arahan dan informasi tentang karir yang akan diambil oleh siswa. Guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya

3. Pemberian layanan bimbingan dan konseling karir di sekolah yang efektif dan memiliki kontinuitas akan bermanfaat bagi siswa untuk memperoleh berbagai macam informasi karir, jabatan, pemahaman, diri, pengambilan keputusan sendiri, dan memecahkan masalah itu sendiri.

4. Kemampuan siswa terhadap pemahaman kemampuan dan potensi diri tersebut merupakan indikasi keberhasilan layanan bimbingan dan konseling karir. Efektif tidaknya layanan bimbingan dan konseling karir yang dilaksanankan di sekolah tergantung pada kemampuan siswa untuk mengambil keputusan tentang karir dan menanggung segala bentuk resiko yang akan dihadapinya kelak

Daftar Pustaka

Guru BK SMK Plus Pertiwi Sukamulya

Bimo Walgito,Bimbingan dan Pentuluhan Di sekolah,1983, Fak. Psikologi UGM, Yogyakarta

Dewa Ketut Sukardi, 1984, Bimbingan karir di sekolah, Ghalia Indonesia, Jakarta

Entry filed under: Makalah. Tags: Bimbingan Konseling, Peran Bimbingan Karir, Peran Bimbingan Konseling.

1 komentar:

makasih gan artikelnya..izin copy wat tugas!!

Poskan Komentar

If U have Site U Can Earn
Top pay per click payments. Make money from your website.
dollarsincome.com
Make Money Online
$0.00 Start. Start in 5 mins. $3K per week. Make money from your website.
dollarsincome.com
U Have Website We have Cash
If you have website put our banner on it, make money for each visitor
dollarsincome.com
Make Money when you Sleep
$0 invest - earn $80.00 daily.Online income system that works.
dollarsincome.com

Site Search